Apa sih Format Raw/Jpeg/Tiff Itu?

Kop_12
  • page1. Apa sih format Raw/Tiff/Jpeg itu? |
  • page2. Saya akan menggunakan Raw/Tiff/Jpeg jika… |
  • page3. Codec untuk membuka file RAW di Windows Explorer |
  • page4. Mengapa saya pribadi memilih memakai RAW? |
  • .

    .

    Pada umumnya kamera digital dapat menyimpan data gambar digital dalam 3 format, Yaitu :

    JPEG (Joint Photographic Expert Group) – bisa dibilang semua kamera digital dapat menyimpan data gambar dalam format digital ini;

    TIFF atau TIF (Tagged Image File Format) – beberapa tipe kamera prosumer serta D-SLR versi lama menyimpan data gambar dalam format ini; dan

    RAW – dengan format yang berbeda untuk tiap produsen kamera (CRW dan CR2 untuk Canon; NEF untuk Nikon, dll), format RAW ini dapat disimpan oleh semua D-SLR dan beberapa tipe kamera compact kelas atas yang umum beredar di pasaran saat ini.

    Apa sih format RAW itu?

    Format RAW adalah format ‘murni’ hasil tangkapan dari sensor digital yang sama sekali belum disentuh oleh kompresi atau pun interpolasi apapun! Jadi datanya pun ‘fresh from the oven‘, belum ada data yang hilang karena kompresi, belum ada keputusan processing apapun yang diambil. Apa yang dilihat/ditangkap oleh sensor digital, itulah yang ada di data RAWnya.

    Data apa sih yang ada dalam sebuah file RAW?

    Apa yang ada di dalam sebuah file RAW sangat bervariasi, tergantung produsen kamera digital yang mengambil gambar RAW tersebut. Tiap produsen kamera digital memiliki teknologi dan fitur-fitur canggihnya masing-masing dalam produk sensor digitalnya dan memasukkan teknologi tesebut dengan cara yang bervariasi ke dalam format RAWnya, sehingga tiap produsen kamera memiliki format RAWnya masing-masing.

    Namun, pada dasarnya, format RAW yang dihasilkan kamera digital dewasa ini berupa data-data pixel dimana masing-masing pixelnya menyimpan sebuah nilai pada salah satu warna digital (Merah, Hijau, atau Biru – RedGreenBlue). Lihat Gambar 1 untuk lebih jelasnya.

    081609_1748_RAWJPEGTI1.png

    Gambar 1. Bagan cara format RAW menyimpan data pixel gambar. Format susunan ini pada dasarnya terbentuk dari pola sensor digital yang juga serupa.

    Pada tiap ‘modul’ yang terdiri dari 4 pixel, terdiri dari sebuah pixel merah, sebuah pixel biru, dan dua buah pixel hijau. Kenapa ada 2 hijau??? Karena menurut studi para ilmuwan jenius di sana, mata kita lebih sensitif pada warna hijau; jadi supaya tangkapan sensor digital mirip-mirip dengan tangkapan mata kita, maka sensor digital pun dibuat lebih banyak menangkap warna hijau.

    Kedetailan nilai warna pada tiap pixel tergantung pada kemampuan sensor digital itu sendiri, dimana didefinisikan dengan satuan ‘bit’. Pada umumnya kamera D-SLR saat ini mampu menangkap gambar dengan kedetailan/kedalaman (bit depth) hingga 12 bit. Coba buku manual kamera D-SLRnya dikeluarkan dari gudang (atau bawah kasur tergantung teman-teman ngekos atau tinggal di rumah) dan baca di bagian spesifikasi sensor digitalnya… pasti ada! Baca lebih lanjut di “Sedikit tentang Bit Depth”

    Mengapa format file RAW menyimpan data gambar dalam bentuk demikian? Well, sebenaranya karena begitulah cara sensor digital menangkap cahaya. Lebih jelasnya ada di  “Sensor Digital : Dari Photon Cahaya Menjadi Data Digital”

    Lalu Apa keunggulan dan kekurangan format RAW?

    Keunggulan format RAW adalah menyimpan segala sesuatu yang ditangkap oleh sensor digital. Tak ada data yang hilang! File RAW ini menyimpan kesempatan yang lebih luas untuk kustomisasi elemen-elemen visual pada hasil gambar. Kalau para ‘purist‘ menganggap fotografi digital bukan fotografi sesungguhnya karena terlalu banyak mengandalkan automatisasi komputer digital, seharusnya mereka mencoba pipeline kerja dengan format RAW ini… Format RAW ini adalah film negatif-nya fotografi digital. Segala ciri khas sang fotografer dapat masuk ke dalam karya fotografi saat memproses file RAW ini…

    Kekurangan format RAW adalah ukuran filenya yang relatif besar, yang kemudian menyebabkan lebih lambatnya data ditulis ke momory card setelah dipotret, serta berkurangnya jumlah file yang dapat muat ke dalam sebuah memory card. Selain itu, tidak adanya standardisasi dan penyeragaman ekstensi file RAW menyebabkan file RAW tidak dapat langsung digunakan sebagai format yang dapat langsung digunakan sebagai format sharing gambar atau untuk printing. Sebaliknya diperlukan sebuah proses konversi terlebih dahulu ke dalam format yang lebih jamak dipakai seperti TIFF atau JPEG.

    Apa sih format TIFF itu?

    Format TIFF adalah data gambar yang telah mengalami proses interpolasi bayer (lihat gambar 2), sudah ada keputusan-keputusan mengenai parameter-parameter seperi sharpness, saturasi, white balance, dan lain sebagainya (dilakukan oleh prosesor di dalam kamera tentunya), namun belum atau baru sedikit mengalami proses kompresi.

    081609_1748_RAWJPEGTI2.png

    Gambar 2. Bagan proses interpolasi bayer (bayer interpolation) dari data RAW menjadi data TIFF atau JPEG

    Data apa sih yang ada dalam sebuah file TIFF?

    Pada dasarnya, dalam proses data gambar digital, semua file TIFF adalah hasil proses dari file RAW. Kemungkinan TIFF tersebut diproses prosesor kamera atau melalui post-processing RAW di komputer.

    Sebuah file TIFF dalam tahapan konversi pada umumnya belum mengalami kompresi yang dapat menyebabkan hilangnya sebagian data di dalamnya. Setiap pixel pada file TIFF dibentuk dari perhitungan nilai dari 4 pixel pada data RAW nya (1 modul pada data RAW). Inilah yang menyebabkan jumlah pixel pada sebuah file RAW lebih banyak daripada jumlah pixel pada TIFF yang dihasilkannya. Ini juga yang menyebabkan setiap pixel pada file TIFF dapat menyimpan 3 nilai, masing-masing untuk warna Merah, Hijau, dan Biru.

    File TIFF dapat disimpan dalam format kedalaman 16 bit (selain juga bisa 8 bit) dan hampir semua software grafis dapat membacanya. Bahkan format ini dapat menyimpan data gambar yang terdiri dari lebih dari satu layer, contohnya penggunaan alpha channel. Oleh karena itu, ini adalah format yang sangat jamak dipakai dalam dunia printing.

    081609_1748_RAWJPEGTI3.png

    Gambar 3. Bagan cara format TIFF menyimpan data digital gambar.

    Salah satu keunggulan TIFF di sini adalah kemampuannya untuk menyimpan hasil kompresi ‘lossless‘, yaitu memperkecil ukuran data gambar, tanpa kehilangan sedikitpun konten dari data gambar tersebut. Bagaimana bisa? Sebuah artikel di photo.net memberi sebuah simulasi yang sangat bisa menjelaskan hal ini:

    Kita ibaratkan pada file RAW terdapat sepotong data dengan string seperti berikut ini

    >17698388883940000091255555542<

    Mungkinkah mengkompresi data ini tanpa menghilangkan kontennya sedikitpun? Ternyata bisa dengan cara menyimpannya dalam format sbb:

    >1769838(4)3940(5)9125(6)42<

    Dalam hal ini, data 555555 di’singkat’ menjadi 5(6) yang dibaca 6 buah data berupa angka 5, sehingga datanya mengambil space lebih sedikit kan?

    Lalu Apa keunggulan dan kekurangan format TIFF?

    Keunggulan format TIFF adalah mampu menyeimbangkan antar kualitas gambar dan ukuran file dan dapat diterima oleh berbagai aplikasi grafis. Oleh karena itu, format ini jamak dipakai dalam transfer data gambar yang masih menuntut kualitas data gambar yang prima seperti stockphoto, gambar hasil desain grafis, atau untuk keperluan printing.

    Kekurangan format TIFF tentunya adalah ukuran filenya yang masih terlalu besar untuk sekedar keperluan sharing dan preview gambar. Oleh karena itulah diciptakan format JPEG.

    Apa sih format JPEG itu?

    Format JPEG adalah format gambar yang telah mengalami kompresi semaksimal mungkin untuk kepentingan sharing dan preview. Format JPEG saat ini telah dikenal sebagai format yang paling populer untuk data gambar. Semua software grafis dapat membuka format file ini, bahkan untuk aplikasi lain contohnya audio atau aplikasi accounting dapat membuka format file ini jika memerlukan data gambar.

    Data apa sih yang ada dalam sebuah file JPEG?

    Sama halnya dengan TIFF, setiap pixel pada file JPEG memiliki 3 nilai untuk masing-masing warna digital (RGB tadi). Tiap pixel pada file JPEG memiliki kedalaman 8 bit, oleh karena itu ukurannya bisa diminimalisasi.

    081609_1748_RAWJPEGTI4.png

    Gambar 4. Bagan cara format JPEG menyimpan data digital gambar. Berbeda dengan file TIFF, format JPEG hanya dapat menyimpan data gambar dalam satu layer.

    Namun berbeda dengan TIFF, kompresi dalam JPEG tidak menggunakan metode ‘lossless’, namun menggunakan metode ‘loosy’; artinya seiring dengan kompresi ukuran file yang semakin kecil, data gambar juga hilang. Namun penghilangan data gambar ini dibuat sedemikian rupa sehingga tidak begitu terlihat secara visual ketika ditampilkan di monitor komputer.

    Lossless-Loosy

    Gambar 5. Perbandingan kualitas gambar pada kompresi dengan metode ‘lossless’ pada TIFF dan metode ‘loosy’ pada JPEG.

    Pada file JPEG dapat ditambahkan data EXIF, yaitu data atributif mengenai data teknis mengenai gambar JPEG tersebut, seperti tipe kamera yang digunakan untuk mengambil gambar JPEG tersebut, spesifikasi pengambilan gambarnya, hingga software grafis yang digunakan untuk memprosesnya.

    Lalu Apa keunggulan dan kekurangan format JPEG?

    Keunggulan format JPEG adalah ukurannya yang sangat kecil sehingga sangat portabel dan memudahkan preview serta sharing dengan cepat. Dalam kasus fotografi digital, penggunaan output JPEG mempercepat penulisan data gambar ke dalam memory card, serta menambah data gambar yang dapat dimuat dalam sebuah memory card.

    Kekurangan format JPEG adalah format kompresinya yang ‘loosy‘ sehingga kualitas gambar cenderung menurun. Untuk kepentingan preview mungkin ini tidak menjadi masalah, namun untuk kepentingan printing (terutama yang berukuran besar) ini menyebabkan degradasi kualitas gambar dibanding menggunakan format TIFF.

    _____________________________________________________________________________________

    Masing-masing format memiliki kekurangan dan keunggulannya masing-masing. Lalu, format mana yang sebaiknya dipakai sebagai output kamera digital kita? Sharing saya berikut ini akan menggunakan kerangka berpikir “Saya akan menggunakan format RAW/JPEG/TIFF jika…”

    Lanjutkan ke “page2″

  • page1. Apa sih format Raw/Tiff/Jpeg itu? |
  • page2. Saya akan menggunakan Raw/Tiff/Jpeg jika… |
  • page3. Codec untuk membuka file RAW di Windows Explorer |
  • page4. Mengapa saya pribadi memilih memakai RAW? |
  • All text and images © Putra Munchana 2009

    Creative Commons License
    All Images & Words @ bligungtre.wordpress.com byPutra Munchana Anak Agung is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.

    About these ads

    One Response to “Apa sih Format Raw/Jpeg/Tiff Itu?”

    1. sangat sangat memberi pencerahan. terima kasih sharing ilmunya :)))

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: