DUNIA KECIL DI TAHURA IR. H. JUANDA

Akhir minggu nggak ada kerjaan, daripada molor n nyemil seharian di depan TV, mendingan ke Tahura Ir. H. Juanda deh!


Kebetulan adik saya juga lagi berkunjung ke Bandung. “Bro, trekking di tahura yuk!”

Jam 7 pagi saya dan Bro saya pun berangkat

dari Setiabudhi Bandung naik angkot Caheum-Ledeng, sampai di Simpang Dago ganti angkot Kalapa-Dago, ampe terminal Dago jalan deh + 500meter, nanti ada jalan kecil pertama di kiri, jalan lagi 200meteran, ntar ada tulisan “Akses pejalan kaki menuju Tahura”(kalo ndak saalah gitu sh tulisannya…), ikuti terus menembus perumahan penduduk, sampe tiba di gerbang belakang Tahura.

Kalo maw masuk lewat gerbang depan (kalo naik kendaraan pribadi), jangan ambil jalan akses pejalan kaki tadi, tp lurus terus aja sampe nanti di sebelah kiri ketemu deh gerbang utamanya.

Tiket masuk (per April-Mei 2009) Rp. 8000, kalo trekking sampe ke Maribaya, nanti di Maribaya bayar lagi tiket masuk Maribaya Rp. 1350 (kalau tidak salah..).

Pollen Bath

Sebetulnya saya sudah beberapa kali ke Tahura ini, yang membuat kali ini beda adalah kali ini misinya belajar moto serangga alias foto macro! Dengan peralatan macro sepunyanya, kami pun mulai menunduk-nunduk mencari serangga.

Jalan yang kami ambil adalah jalan gerbang belakang, jadi langsung disambut oleh hutan belantara dengan tanaman semak setinggi pundak dan dipayungi oleh pohon-pohon gigantis berusia ratusan tahun! Serangga pertama yang menyapa kami (sebetulnya tidak sekedar menyapa sih, juga MENGGIGIT KAMI!!) adalah nyamuk-nyamuk nakal bin ajaib! Karena kami adalah kaum Bhiksu-wannabe, kami pantang meneplok mereka.. buru2 kabur aja.. Hyaaaa..

Banyak laba-laba nongkrong di sepanjang hutan itu. Jadi obyek pertama kami kebanyakan adalah laba-laba… Si laba-laba pun begitu kooperatif saat mau difoto.. diam dan berpose keren…  Jadi lancar deh sesi pemotretan laba-laba..

Suasananya yang masih alami serta matahari pagi yang menerangi dengan cahaya keemasannya membuat pagi itu benar-benar menakjubkan.

Memotret serangga selama trekking menuju Maribaya bener-bener memberikan perspektif yang berbeda dalam melihat alam. Jadi kebiasaannya ngelihat kebawah dan obyek-obyek skala mikro terus. Lucu juga, karena jarang sekali kita memperhatikan dunia kecil yang begitu indah ini… Lebah-lebah yang beterbangan di sekitar sekumpulan bunga dengan tubuh penuh serbuk sari; sekawanan semut yang berjalan beriringan di sepanjang pagar; kupu-kupu yang tanpa kita sadari selalu terganggu jika kita lewat di dekatnya; hingga atraksi embun pagi yang membulat bergerombol di atas daun.. Dunia kecil itu ada… Sangat dekat dengan kita (walau jarang kita sadari)… Dan begitu indah…

Sip A Bit

Di setengah awal perjalanan terdapat gua-gua peninggalan Jepang dan Belanda yang dibuat menembus Bukit. Kalo lewat gua tersebut, kita bisa ‘memotong’ jalan… Hehehe tapi buat apa? Justru kan kami mau menyapa serangga-serangga di sepanjang jalur trekking!

Di tengah perjalanan trekking sejauh + 6km itu sempat hujan sesaat, sampai membuat kami lepas-pakai-lepas-pakai jas hujan karena hujannya yang niat-ga-niat..

Akhirnya karena saking asyiknya menyapa para serangga dan dedaunan di sepanjang perjalanan, tak terasa kami sudah tiba di Maribaya. Ngaso sebentar, makan indomie hangat di tengah udara yang dingin dan mendung… Wuiih, bener-bener maknyus!

Oia, di Maribaya ini kami juga sempat menjambangi Curug Dago. Curug yang akan memandikan anda non-stop! Gratis! Hehehe kalo dalam kasus saya, curug Dago ini memandikan saya dan kamera saya, jadi takut deh berlama-lama.. Padahal Curug Dago adalah curug yang cukup indah.. Seringkali membuat pelangi di dekatnya.. Ya air terjun yang fotogenik, walau airnya coklat khas sungai di daerah tropis.. Jadi menambah PR kami di photoshop nanti…

Untuk kembali pulang ke Bandung, kita bisa naik angkot ke terminal Lembang (sabarlah menunggu karena agak jarang lewat – dan jgn percaya tukang ojek yang bilang angkotnya udah abis!! Angkot habisnya jam 5 sore) atau kalau mau gampang ya naik ojek. Seorang bayar Rp 10.000 – Rp 15.000 (percayalah! Worth it bgt kok, jalannya naik turun bukit!!!). Kalo maw ditawar mungkin bisa kurang, tapi berhubung kami dua pria yang jarang ikut ibu ke pasar waktu masih kecil, jadi kami terima-terima aja lima belas rebu..

Dari terminal (dan sekaligus pasar) Lembang, kita bisa naik angkot Stasion Hall-Lembang atau Ciroyom-Lembang sesuai destinasi masing-masing…

Half Spread Open

Well, It’s a beautiful day. Hunting makro itu selalu super-produktif karena obyeknya juga buanyak banget bertebaran di sekitar kita. Ga perlu jauh-jauh ke pantai nan-eksotik atau puncak gunung tertinggi, gurun Sahara atau kutub utara, cukup nggelinding ke halaman rumah aja juga bisa ketemu obyeknya. Tinggal mempraktekkan ajian sakti untuk menyamar jadi pohon untuk ngedeketin si serangga, jepret, beres deh.

Dan sekalinya kita ke markas para serangga– Tahura Dago ini salah satunya–  kita pasti dapet 1001 kesempatan mengabadikan serangga-serangga lucu ini di portofolio kita. Salam makro!

Nb: lensa makro saya sedang rusak nih, kapan ya selesai direparasinya?….. Hmmm…

Bug003

All Image © Putra Munchana

Semua gambar diambil dengan Canon EOS 450 D + Tokina AT-X 100mm macro + Softbox/Bouncebox buatan sendiri.


GALERI FOTO_IMAGE GALLERY

7 Responses to “DUNIA KECIL DI TAHURA IR. H. JUANDA”

  1. cithata Says:

    Ulasan gungtre bagus =’)
    BEBERAPA serangga emg jadi fotogenik-cantik bgt ya kalo dipoto…saya suka 2 foto yg terakhir itu..lucu..
    Ke tahura emg jadi rekreasi yg menyenangkan…murah meriah..ijo2 mata jadi seger…udaranya juga seger, satu yg saya gak suka: banyak nyamuk…setiap pulang dari sana pasti penuh bentol…mana pacar tersayang melarang tepok2 nyamuk lagi >,<

    • bligungtre Says:

      hehehe.. iya, ga boleh teplok nyamuk… mending kabur aja :p tapi kalo terpaksa ya boleh aja Linci… Iya, makasih Linci! mau kesana lagi kapan-kapan??

  2. adi.prasetya Says:

    kakak, rekomendasi lensa makro yang murah apa aja….?
    mahasiswa nih…hehehehe
    sekali2 bikin post tentang cara olahan ala bligungtre dong…sharing ilmu…hehehehe

    • bligungtre Says:

      Dik Adi yang baik,
      kebayanyakan lensa makro sejati (magnifikasi 1:1) khusus dibuat untuk ketajaman hasil gambar, biasanya berupa lensa prime (fix), dan harganya di atas 4 juta rp (per Agustus 2009). Alternatif pilihannya (untuk Canon 1kD) untuk yang kategori terjangkau : Canon EF 100mm f/2,8 Macro dan EF 60mm f/2,8 macro ;
      Sigma 70mm dan 105mm macro;
      Tokina AT-X 35mm dan 100mm f/2,8 macro; sama
      Tamron 90mm.

      Namun untuk budget di bawah 4 juta, instead of menggunakan lensa makro, adik Adi bisa gunakan tambahan extension tube (200rban dapet kok) atau tele-converter saja pada lensa yang dimiliki. Walau mungkin hal tersebut tak senyaman menggunakan lensa makro sejati. Setidaknya untuk mempertahankan ketajaman hasil (yang begitu penting dalam fotografi makro), disarankan menggunakan lensa prime (si 50mm f/1,8 ‘murmer’ itu contohnya)

      hehehe… walah, kok kita kayak konseling gini…

      Wah Di, kalo dibeberkan rahasia oldignya nanti semua orang sama donk editingnya sama Putre… :p
      hehehe… becanda.
      Tenang Di, sedang on progress kok, cuma agak tersendat-sendat karena agak padat di kantor belakangan ini.

      Sip! kapan Putre bisa ke Bintaro nih Di…? Sekalian mau ke camzone juga..

      Tengs…

  3. Mo nanya nih…..Apa foto-foto serangga diambil dari Tahura Ir. H. Djuanda…..saya dah liat foto-foto serangganya dan hasilnya keren abis…kalo emang benar semuanya diambil dari Tahura Ir. H. Djuanda saya ingin nanya lokasinya dimana aja…..Ditunggu Jawabannya ya…. Thanx…..

    • Trims sudah mampir…

      benar Mbak, semua foto serangganya diambil di sepanjang jalur trekking dari Tahura Dago menuju Maribaya Lembang. Serangga baru banyak muncul mulai jam 8-9… jadi saya mulai trekking jam 7 dari Tahura…
      Lokasi persis masing-masing foto sih saya tidak begitu ingat.. hehehe.. maklum banyak banget… tapi semuanya difoto di sesemakan rendah di kiri kanan jalur jalan menuju Maribaya. Sambil jalan, selalu perhatikan kiri-kanan bawah.. pasti ada serangga2nya…
      Semoga berguna…

      Atau… jangan2 ada spesies serangga baru yang belum pernah ditemukan diantara serangga2 yang saya foto??🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: