MUSEUM BANK MANDIRI DAN BANK INDONESIA

MUSEUM BANK MANDIRI adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika berjalan-jalan di kawasan Jakarta Kota Tua.

Interior Museum Bank Mandiri

Museum yang menempati area seluas 10.039 m2 ini pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.  Gedung Museum Bank Mandiri ini  dirancang oleh 3 orang arsitek Belanda yaitu J.J.J de Bruyn,  A.P. Smits,  dan C. van de Linde. Bangunan yang terdiri dari 4 lantai dengan total luas 21.509 m2 ini nampak megah dengan langgam arsitektur Niew Zakelijk atau Art Deco Klasik. Layout denah bangunan berbentuk simetris dengan keberadaan taman ditengah gedung dan pintu utama tepat ditengah bagian depan bangunan. Lantai dasar gedung dibuat lebih tinggi dari jalan raya sehingga terkesan anggun saat memasuki bangunan. Lantai lobby, ruang rapat dan ruang direksi memakai bahan mozaik keramik bercampur kaca (glasmozaiek-tegels), sedangkan ruangan yang lain memakai tegel ubin (vloertegels) berwarna hitam, abu-abu dan merah.

Saat memasuki Museum Bank Mandiri ini saya begitu kagum dengan interior ruangannya. Material lantai, dinding, langit-langit, dan furniture di dalam museum ini nampaknya sangat terawat. Waktu seakan berjalan mundur, membawa saya ke jaman di mana Bank ini masih beroperasi. Di sini saya dapat melihat benda-benda antik yang digunakan Bank ini sebagai alat untuk bertransaksi dan melayani nasabahnya. Ada mesin tik yang ukurannya segede-gede gaban, mesin hitung, lemari besi / brankas, dan berbagai alat-alat lain yang saya juga tidak tahu nama dan kegunaannya apa…   Beberapa ruangan ada yang dilengkapi dengan model orang-orangan (seperti manekin) yang nampak seakan-akan sedang beraktifitas, sehingga ruangan ini nampak seperti hidup (walaupun menurut saya agak sedikit spooky..)

Terletak tidak jauh dari Museum Bank Mandiri, terdapat MUSEUM BANK INDONESIA.

IMG_6403Awalnya Gedung Museum Bank Mandiri digunakan sebagai rumah sakit (Binnenhospitaal) di dalam tembok kota Batavia. Dari salah satu blog tetangga yang saya baca, dikatakan bahwa gedung ini mulai digunakan sebagai bank pada tahun 1828, dan baru pada tahun 1909 dilakukan upgrade dalam 5 tahapan pembangunan.

–          Pembangunan tahap 1 thn 1909-1912 dengan gaya neo klasik.

–          Pembangunan tahap 2 thn 1922 oleh biro arsitek NV Architecten-Ingenieursbureau Fermont-Cuypers ditambahkan beberapa ruang baru seperti ruang khasanah yang ketebalan temboknya 65 cm dan ruang rapat besar “Ruang Hijau” karena dindingnya ditutup keramik hijau yang khusus didatangkan dari negeri Belanda.

–          Pembangunan tahap 3 thn 1924

–          Pembangunan tahap 4 thn 1933

–          Pembangunan tahap 5 thn 1935

Tidak kalah dengan Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia juga memiliki penampakan eksterior dan interior yang cantik. Material lantai, dinding, railing tangga, kaca patri, dan furniturenya terlihat begitu anggun, melukiskan kejayaan di masa itu. Udara di dalam museum ini juga adem banget, Full AC! Oya, museum ini juga menyediakan sebuah monitor touch screen yang bisa menceritakan kepada kita tentang sejarah berbagai macam hal yang berkaitan dengan Bank Indonesia, yah kureng lebih semacam wahana pengetahuan interaktif gitu… cukup hi-tech bukan?? =D

Bagian yang paling menyenangkan bagi saya adalah ‘Ruang Bermain Menangkap Koin’. Begitu memasuki ruangan ini kita akan diajak bermain menangkap koin yang ditayangkan melalui proyektor. Nampak pada layar proyektor di salah satu dinding ruang ini koin-koin yang berjatuhan. Nah,  cara menangkap koin-koin itu adalah dengan menggunakan bayangan kita. Koin yang berhasil ditangkap/dikurung bayangan kita akan memunculkan informasi berkaitan dengan koin tersebut, mulai dari nilai sampai sejarahnya. Permainan ini pasti juga akan disukai oleh adik-adik kecil kita. Setelah puas bermain tangkap koin, kami menuju ruang selanjutnya yakni Ruang Teater Mini. Di dalam ruang teater ini diputar film-film yang bercerita tentang pembuatan uang, sejarah Bank Indonesia, dan berbagai pengetahuan lain yang berhubungan dengan dunia perbankan.

Menyenangkan sekali rasanya berkeliling di Museum Bank Indonesia ini, sayang sekali kami tidak bisa berlama-lama di sini karena harus melanjutkan tugas survey kami. Tapi lain kali saya ke Kota Tua lagi, saya pasti akan berkunjung kembali ke sini, karena kata mbak-mbak penjaganya Museum ini sebenarnya baru akan resmi di buka pada awal bulan Agustus 2009. Saat itu pengelola akan menambahkan beberapa ‘wahana’ dan koleksinya termasuk diantaranya  ruang pameran koleksi emas batangan di mana pengunjung bisa memegang langsung contoh emas tersebut!

Sekarang sekedar ‘menyentuh’, siapa tahu besok-besok bisa punya sebiji… hehehehe…

© Cithata 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: