MUSEUM SEJARAH JAKARTA

The Enlightened Fatahillah Museum

Pada zaman VOC, gedung ini bernama Stadhuis / Stadhuisplein yang digunakan Belanda sebagai gedung balai kota. Selain berfungsi sebagai balai kota, bangunan ini juga digunakan sebagai penjara. Jika kamu berkunjung ke sini, kamu bisa melihat bekas penjara bawah tanah, tempat untuk menghukum orang-orang yang melanggar peraturan pemerintahan Belanda.  Konon, pejuang-pejuang Indonesia, seperti Pangeran Diponegoro juga pernah menghuni penjara bawah tanah ini. Ruangan penjara bawah tanah ini tinggi langit-langitnya mungkin tidak sampai 2 meter (mungkin hanya sekitar 1,7 atau 1,8 meter saja kira-kira setinggi laki-laki dewasa) pokonya pendek banget  dan sempit, akan tetapi katanya dulu ruangan yang lembab dan sekecil ini ditempati oleh kira-kira 40 orang tahanan. Sungguh tidak manusiawi bukan?

Itulah sebabnya mengapa orang-orang tahanan d sini keburu meninggal sebelum waktunya mereka diadili.  Selain itu ada juga prasasti sebagai peringatan tentang pengkhiatan yang dilakukan bangsa kita kepada Belanda, katanya, tubuh si pengkhianat ini diikat ke badan kuda dan ditarik ke 4 penjuru yang berbeda …  >,< ~~~..

Stadhuis sekarang  dikenal dengan nama Gedung Fatahilah atau Gedung Museum Sejarah Jakarta yang   –sesuai namanya–  digunakan sebagai Museum Sejarah Jakarta yang memamerkan peninggalan sejarah berupa mebel antik dari abad ke-18, keramik, gerabah, hingga batu prasasti. Di museum ini juga terdapat berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak.

Taman Fatahilah yang terletak di depan Museum Fatahilah ini juga memiliki cerita sendiri. Dulu, taman ini merupakan tempat dilaksanakannya eksekusi hukuman gantung bagi ribuan orang Cina yang terlibat dalam pemberontakan melawan Belanda pada tahun 1740.

Museum Fatahillah

Saat ini, Taman Fatahilah merupakan salah satu spot teramai di Kawasan Kota Tua Jakarta. Di sini banyak orang melakukan berbagai macam aktifitas. Memang sih Taman ini panas sekali kalau siang bolong, tapi kalau agak pagi atau menjelang sore rasanya lebih adem dengan tiupan angin sepoi-sepoi sesekali.. Di Taman Fatahilah kita bisa menonton beberapa atraksi dari perkumpulan-perkumpulan yang sedang melakukan latihan atau pertunjukan di sana. Ada perkumpulan teater, skate-board, sepeda, sampai debus! Ada juga tempat penyewaan sepeda ontel (lengkap dengan topi kumpeninya yang lucu) yang bisa menemani kita berkeliling Kawasan Kota Tua.

©Cithata 2009

kembali ke artikel “All Around: Jakarta Kota Tua”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: