Digital SLR lebih baik dibanding Digital Compact?

Kop_01

  • page1. Digital SLR lebih baik daripada kamera compact? |
  • page2. Kelebihan-Kekurangan Kamera Digital SLR dan Digital Compact |
  • .

    .

    Artikel mengenai sharing perbedaan D-SLR dan digital compact/prosumer ada di Sistem Kerja Kamera D-SLR dan Kamera D-SLR vs Digital Compact/Prosumer”

    Dulu sesaat setelah saya membeli kamera D-SLR pertama saya (dan menjual kamera compact prosumer saya kepada kekasih tersayang), saya inget seorang teman saya pernah berkomentar kepada saya ketika melihat saya memotret dengan kamera baru saya. Dia meledek :

    “Cieeeh… upgrade ke DSLR nih yee..”

    kemudian kami mengobrol banyak tentang kamera D-SLR karena dia sudah lebih dulu menggunakan D-SLR.

    Walau ledekan teman saya itu selalu menempel di kepala saya, pada mulanya saya ndak pernah kepikiran ada yang janggal dengan ledekan tersebut. Namun suatu saat saya berpikir lagi…

    hmmm… ‘upgrade ke D-SLR’? Bener gak sih pernyataan itu.

    Nah, kita lihat artinya upgrade menurut ‘Mbah Wiki’ :

    The term upgrade refers to the replacement of a product with a newer version of that same product. It is most often used in computing and consumer electronics, generally meaning a replacement of hardware, software or firmware with a newer or better version, in order to bring the system up to date or to improve its characteristics. (en.wikipedia.org/wiki/upgrade)

    Yang dapat saya terjemahkan dengan cepat (mohon dikoreksi kalau salah):

    “Istilah ‘upgrade’ berarti penggantian sebuah produk dengan produk yang sama dengan versi lebih baru. Banyak digunakan dalam bidang komputasi dan barang elektronik pada tingkat konsumer, secara umum berarti penggantian sebuah hardware, software, atau firmware dengan versi yang lebih baru atau lebih baik, dalam rangka membuat sistem lebih up to date atau meningkatkan karakteristiknya.”

    Nikon D70s - produk kedua Nikon pada kelas kamera D-SLR entry.

    Nikon D70s - produk kedua Nikon pada kelas kamera D-SLR entry. dengan resolusi 6 mega pixel, kamera ini juga memiliki beberapa fitur DSLR Nikon kelas atas seperti 3D Matrix Metering dan Spot Metering. Kamera ini ditujukan untuk fotografer amatir berpengalaman hingga profesional yang dapat memanfaatkan sederetan aksesoris Nikon yang compatible.

    Ada paradigma yang berkembang bahwa seorang fotografer yang mengganti alatnya dari kamera compact menjadi kamera D-SLR itu adalah melakukan suatu ‘upgrade’. Nah, lalu benarkah D-SLR lebih baik dibanding kamera compact?  Kalau saya yang ditanya, ya jawaban saya cenderung tidak.

    Dewasa ini kamera digital diproduksi dengan berbagai spesifikasi dengan berbagai variasi fitur untuk merespon pasar yang juga semakin bervariasi. Kamera digital dengan target pasar para traveller yang sekedar ingin mengabadikan momennya di tempat-tempat unik di dunia tentunya tak akan perlu fitur high-end seperti flash sync yang cepat atau fitur 51 point autofocus, sebaliknya fitur yang mendukung travelling seperti GPS/geo-tagging pasti akan berguna untuk kegiatan sharing foto-foto mereka kepada publik. Sementara seorang fotografer yang bekerja dalam studio foto tentunya tak memerlukan fitur GPS ini, namun fitur kompatibilitas dengan teknologi flash teranyar pasti akan sangat berguna.

    Salah satu kamera digital compact=Begitu pula dengan kamera compact dan D-SLR, keduanya diracik untuk segmentasi pasar yang berbeda. Jadi menurut saya, salah jika D-SLR disebut memiliki kasta yang lebih tinggi dibanding kamera compact. Mereka diciptakan untuk dua kebutuhan, dua kondisi pemotretan, dan dua tipe pengguna yang berbeda. Mereka berdua memiliki keunggulan dan kelebihannya masing-masing untuk kondisi pemotretan yang berbeda-beda pula. Untuk apa membawa kamera D-SLR yang bulky dan berat kalau keperluannya melulu hanya dokumentasi jalan-jalan keluarga di kondisi outdoor pada pagi hari yang cerah? (selain karena faktor keren karena pake D-SLR tentunya)  :D

    Jadi, masalahnya sekarang tinggal satu… manakah kamera digital yang tepat untuk kebutuhan kita masing-masing?

    Jawabannya tentu berbeda-beda pada setiap orang. Dan ke sini lah tulisan ini saya arahkan, kepada sharing saya mengenai pengalaman memakai kamera compact/prosumer dan DSLR serta kesimpulan saya mengenai perbandingannya. Barangkali bisa membantu teman-teman yang masih bimbang untuk beralih ke D-SLR. Klik di sini untuk membaca lebih lanjut.

  • page1. Digital SLR lebih baik daripada kamera compact? |
  • page2. Kelebihan-Kekurangan Kamera Digital SLR dan Digital Compact |
  • .

    All text and images © Putra Munchana 2009

    Creative Commons License
    All Images & Words @ bligungtre.wordpress.com byPutra Munchana Anak Agung is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 Unported License.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: