SHUTTER SPEED & KESAN PERGERAKAN

Kop_08a

  • page1. Intro-duksion |
  • page2. Aperture & Depth of Field |
  • page3. Shutter Speed & Efek Pergerakan |
  • page4. ISO Speed & Digital Grain |
  • .

    .

    (Sama seperti Setting Aperture – Lebar DoF) Dua hal : Shutter Speed & Kesan Pergerakan ini juga lekat sekali.. mengubah setting Shutter Speed pasti juga mengubah kesan pergerakan yang tampil pada gambar hasilnya.

    Hmmm… Shutter Speed? Kesan Pergerakan?? Monggo dilanjutkeun…

    Tentang Shutter Speed

    Shutter Speed adalah lamanya sensor terekspos oleh cahaya. Dihitung dengan satuan detik atau second (s). Biasa ditulis dengan akronim berikut:

    …….    1/80s   1/30s   1/25s   1/10s   1/8s   1/6s   1/5s   1/4s   0,3s   0,4s   0,5s   1s   13s   2s   5s   10s   …….dst

    Poin 1. Semakin lama sensor terekspos cahaya, makin terang gambar yang dihasilkan. Begitu pula sebaliknya.

    Tak ada yang tricky tentang hal ini… Gambar dengan shutterspeed 1/100 detik lebih terang dibanding shutterspeed 1/400 detik, sementara dengan shutterspeed 1/25 detik hasilnya lebih terang lagi.

    Shutter Exp
    Poin 2.
    Semakin lambat shutter speed, maka semakin terlihat efek pergerakan dari obyek tersebut.

    Sebaliknya, jika shutter speed semakin cepat, efek yang didapatkan pada hasil gambarnya adalah efek freezing, yaitu membuat benda yang bergerak cepat seakan-akan diam. Semua setting yang menghasilkan efek-efek pergerakan ini ada pada setting shutter speed. Berikut adalah contohnya, kipas meja yang dinyalakan dijepret dengan berbagai shutter speed untuk mengilustrasikan efek pergerakan yang terjadi. (Nilai aperture menyesuaikan untuk mempertahankan nilai eksposur gambar)

    Gambar perbandingan shutter speed cepat dan lambat…

    Poin 3. Jika memotret tanpa tripod (hanya dengan tangan); Semakin lama setting shutter speed, semakin kita harus mengantisipasi gejala shake.

    gambar shake-01Kondisi pencahayaan sekitar yang gelap kadang memaksa kita memakai setting Shutter Speed yang lebih lama. Padahal, Karena shutter speed terlalu lama (misalnya 2 detik), tangan kita tak mampu mempertahankan kamera stabil selama periode (2 detik) tersebut (terdapat ‘gerakan tak sadar’ dari tangan fotografer saat periode eksposur). Hal ini dapat menyebabkan gejala shake pada gambar. Atau mungkin obyek yang bergerak-gerak mengharuskan kita memasang shutter speed yang cepat. Shutter Speed yang kurang cepat pada kasus ini juga dapat menyebabkan gejala shake pada gambar hasil jepretan.

    Jika kondisi memungkinkan, gejala shake tersebut tentu dapat diatasi dengan memperlebar bukaan , meningkatkan ISO Speed, atau (yang paling praktis) memakai pencahayaan buatan – flash; sehingga nilai shutter speed bisa kita percepat.

    Namun bagaimana jika peningkatan ISO, perlebaran bukaan, danpenggunaan flash tidak dimungkinkan lagi? Tentu artinya peningkatan shutterspeed sudah tak dapat dilakukan lagi… Langkah-langkah lain yang dapat dilakukan untuk mencegah/meminimalisasi gejala shake ini tanpa mempercepat shutter speed antara lain:

    • Menggunakan tripod/monopod;

    Dengan tripod yang stabil dan kuat, langkah ini bahkan mungkin dapat menghilangkan gejala shake sama sekali. Namun tentu tidak semua sesi memotret kita diberkati dengan kesempatan menggunakan tripod ini kan?

    • Menyalakan fungsi ‘mirror lockup (hanya ada pada kamera D-SLR, kamera compact tidak punya dan tidak perlu punya fitur ini);

    Kadang gerakan naik cermin saat awal periode eksposur dimulai dapat menimbulkan guncangan yang bisa menyulut gejala shake pada hasil gambar. Dengan fitur ‘mirror lockup’ ini menyala, kita harus menekan tombol shutter dua kali… yang pertama untuk menaikkan cermin… yang kedua untuk membuka shutter plane dan memulai periode eksposur. Dengan begini, gerakan naik cermin tidak berada pada awal dimulainya periode eksposur, sehingga tak mengacaukan gambar hasilnya dengan gejala shake ini.

    Eh? Apa? Tidak tahu letak setting mirror lockup ini di kamera? Ya monggo buku manual kameranya dibaca…

    Hmm… tapi pada kesempatan lain, kadang justru aksi kita menekan tombol shutter yang menyebabkan guncangan tersebut….

    Inggih, raris dilanjutken bacanya..

    • Menggunakan self timer 2 detik/ 10 detik;

    hal ini dapat mengeleminasi gejala shake dari guncangan yang disebabkan oleh tangan kita saat menekan tombol shutter. Fungsi ini juga dapat dikombinasikan dengan fungsi mirror lockup. Jadi saat kita menekan tombol shutter, cermin naik dan self timerpun mulai… kemudian 2 atau 10 detik kemudian, secara otomatis shutter plane membuka dan mengekspos sensor digital pada cahaya yang masuk.

    • Sisanya adalah menguatkan teknik-teknik dasar memotret seperti menahan nafas saat periode eksposur atau pose tubuh yang lebih mantap dan stabil.

    Rumus Panduan Batas Aman Shutter Speed untuk Handheld Shooting

    Rumus ini tidak bersifat mutlak, namun hanya sekedar sebagai panduan saja. Saya tidak begitu ingat dimana saya mendapatkan rumus ini, tapi seingat saya beberapa situs luar memuat rumus ini. Pokoke isinya sebagai berikut : Untuk memotret dengan hanya menggunakan genggaman tangan (tanpa alat bantu seperti tripod), shutter speed kalau bisa sama dengan satu per-jarak fokal.

    batas aman shutter-02

    • Sebetulnya hal ini sangat bergantung pada kemampuan tukang foto mempertahankan tangannya stabil selama periode eksposur. Bukan mustahil ada orang yang menggunakan shutter speed 1/20s dengan lensa 200mm dan tak mengalami gejala shake.
    • Begitulah, namun sepanjang pengalaman saya, rumus panduan ini cukup membantu sebagai acuan kasar saja.

    ________________________________________________________________________________

    Aplikasinya??

    Demikian 3 poin yang dapat saya simpulkan dari topik Shutter Speed & Efek Pergerakan, berikut contoh aplikasinya…

    Panning

    Panning BikersPanning adalah menangkap obyek yang bergerak dengan mengikuti pergerakannya menggunakan shutter speed yang agak lama. Teknik ini akan menghasilkan gambar yang mengisolasi obyek bergerak tersebut dengan background yang blur karena pergerakan. Penentuan eksposur dalam hal ini sesuai dengan kemampuan kita mempertahankan si obyek bergerak berada pada sebuah posisi yang sama relatif terhadap sudut pandang kamera kita. Biasanya shutter speed mulai 1/40 detik hingga 1 detik adalah setting yang cocok untuk teknik ini. Monggo di eksperimenkan…

    Efek arah pergerakan

    Race of LightsPenggunaan Shutter Speed yang amat lama pada obyek-obyek bergerak (terutama yang bercahaya) dapat menghasilkan efek pergerakan pada hasil gambarnya. Dan meletakkan obyek yang diam selama periode eksposur pada scene tersebut dapat menghasilkan efek isolasi yang unik.

    Freezing & Fotografi berkecepatan tinggi

    Freezing LoncatPenggunaan Shutter Speed yang amat cepat dapat menghasilkan efek freezing, contohnya seperti foto sekelompok orang yang sedang meloncat, ditangkap dalam gambar seakan-akan mereka melayang di udara. Contoh lainnya adalah foto-foto yang merekam momen-momen cepat seperti cipratan air, benda yang jatuh ke dalam air, dan lain sebagainya.

    Foto Lansekap – Slow Shutter (SS)

    Adi SS

    Penggunaan shutter speed yang lama pada foto lansekap dapat menghasilkan efek-efek tertentu seperti efek pergerakan awan atau efek penghalusan riak air laut…

    Deksa SS

    4 Responses to “SHUTTER SPEED & KESAN PERGERAKAN”

    1. sipp, trimaksh artikelnya. Membantu. ^^

    2. mas, misalnya saya pake focal length 85, untuk batas aman shutter speednya saya dapatkan sekitar 127an, nah itu apakah saya harus pakai shutter 1/125 atau gmana? mohon pencerahannya😀

      • bligungtre Says:

        Pakai shutterspeed 1/125 juga tidak apa2 Mas. Rumusan itu bukan seperti rumus matematika yang harus tepat segitu, tapi hanya acuan saja. Kalau hasil hitungannya 127, saya rasa pakai 1/125 s juga masih aman, asal selalu antisipasi goyangan tangan secara tak sadar saat memotret. Tapi tetap acuannya semakin cepat shutterspeed makin kecil resiko hasil gambar menjadi shake/blur. Semoga jawaban saya bisa membantu. Trims sudah mampir🙂

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: